Mitos/Fakta & Wawasan Daerah Jawa
Hai Hai Sobat Antero, belajar budaya kali ini Radar Budaya akan membahas tentang mitos atau fakta yang ada di daerah jawa dan beberapa pengetahuan wawasan terkait budaya jawa.
Alasan Radar Budaya mengangkat tema ini
karena sebagai pewaris budaya, Sobat Antero harus mampu membedakan narasi –
narasi yang sebenarnya fakta atau hanya mitos belaka. Nantinya fakta – fakta
tersebut bisa dijadikan pengetahuan baru dan diwariskan ke generasi
selanjutnya.
Belajar pengetahuan baru juga akan
menambah wawasan Sobat Antero agar semakin mengenal kekayaan dan keunikan
setiap daerah di pulau Jawa.
Masuk ke mitos atau fakta yang pertama yaitu
“Terdapat Relief Tersembunyi Di Candi Borobudur”
Dilansir melalui halaman https://travel.detik.com/
ditulis bahwa di bagian paling dasar candi atau yang disebut dengan tingkatan
Kamadhatu misalnya, ada 160 relief yang menceritakan tentang hawa nafsu. Secara
definisi, Kamadhatu sendiri merujuk pada kata nafsu atau 'desire'.
"Tahap pertama Kamadhatu atau alam hawa nafsu yang tunduk pada hukum
karma. Di sini ada 160 relief yang menceritakan tentang hawa nafsu," ujar
Lina di lokasi, Sabtu (15/4/2017)
Traveler yang berkunjung ke Borobudur pun bisa melihat relief tersebut di
bagian Tenggara candi, atau belok ke sebelah kiri dari tangga masuk utama di
pelataran Borobudur.
Perhatikan dinding candi dengan seksama dan carilah penandala tulisan relief
Karmawibhangga. Setelah ketemu, Anda bisa melihat 4 relief yang menceritakan
tentang nafsu hingga sebab akibat dan karma tersebut.
"Ini seperti tujuh dosa manusia, misalnya kejahatan, pencurian,
pembunuhan, pemerkosaan, pengguguran kandungan dan penyiksaan yang tidak
bermoral," ujar Lina. Dilihat dari reliefnya, tampak jelas ukiran batu
yang menceritakan tentang segerombolah orang yang seperti sedang menguping dan
membicarakan orang lain. Wajahnya pun tampak buruk rupa. Itu pun hanya salah
satu kisahnya saja.
Namun seperti diceritakan oleh Lina, bahwa ada 160 relief yang bercerita
tentang nafsu. Namun di lokasi, hanya ada empat saja yang ditemukan. Lantas ke
mana 156 sisanya?
"Dari 160 sekarang tinggal 4, sisanya ditutup dengan batu satu per satu
dengan alasan ada kemungkinan kalau gak dikasih fondasi tambahan akan mudah
runtuh, tapi dulu 1890 pernah dibongkar Kassian Cephas dan fotonya dipamerin di
museum," jelas Lina.
Jadi, terdapat relief tersembunyi di candi
borobudur merupakan FAKTA ya Sobat Antero.
Selanjutnya mitos atau fakta
“Jika Seseorang Memakan Sayap Ayam Maka Akan
Membuat Jauh Jodoh?”
Pernyataan di atas tidak perlu diragukan
lagi bahwa jawabannya adalah MITOS. Tetapi perlu dibahas mengapa bisa muncul
mitos seperti itu, berdasarkan artikel travel.okezone.com bahwa sebenarnya mitos
ini seseorang mengurangi makan sayap ayam yang mengandung banyak lemak sehingga
menyebabkan jerawat. Jadi, untuk menghindari penyebab jerawat maka seseorang
menolak makan sayap ayam yang mengandung banyak lemak.
Kemudian, mitos atau fakta
“Jika
Seseorang Menabrak Kucing Akan Mendapatkan Kesialan?”
Pernyataan di atas sangat populer dan hingga saat ini masih
diyakini oleh masyarakat. Apalagi bila menabrak kucing dan ditinggal begitu
saja. Tetapi, yang sebenarnya hal tersebut adalah MITOS
karena pesan yang ingin disampaikan adalah "alon-alon waton kelakon" maknanya kita
melakukan apapun secara pelan-pelan asal bisa dilakukan
(https://sinarjateng.pikiran-rakyat.com/). Jika seseorang sampai menabrak
kucing saat mengendarai, artinya seseorang tersebut tidak berhati – hati dan
bisa menimbulkan berbagai musibah di jalan.
Radar Budaya juga akan membahas pengetahuan
wawasan terkait budaya jawa.
Terdapat perbedaan penyebutan angka di setiap daerah jawa
yaitu dalam bahasa jawa Ngoko disebutkan bahwa
Satu = Siji; Dua = Loro;
Tiga = Telu
Digunakan juga bahasa jawa Kromo yaitu
Satu = Setunggal; Dua =
Kalih; Tiga = Tiga
Kemudian dalam bahasa Sunda, Jawa Barat
Satu = Hiji; Dua = Dua; Tiga
= Tilu
Selain itu, setiap daerah jawa juga memiliki lagu daerah
masing – masing. Radar Budaya akan membahasnya satu per satu yaitu dimulai dari
daerah Jawa Barat terdapat lagu yang berjudul Bubuy Bulan.
Bubuy Bulan merupakan sebuah lagu yang menggambarkan perasaan
seorang Gadis yang sedang jatuh hati dan mengagumi seseorang
Lirik lagu, Bubuy Bulan - Jawa Barat
Bubuy bulan bubuy bulan sangray
bentang (Bakar bulan bakar bulan sangray bintang)
Panon poe panon poe disasate
(Matahari matahari disate)
Unggal bulan unggal bulan abdi teang
(Setiap bulan setiap bulan saya mencari)
Unggal poe unggal poe oge hade
(Setiap hari setiap hari juga baik)
Situ Ciburuy laukna hese dipancing
(Telaga Ciburuy ikannya sulit dipancing)
Nyeredet hate ninggali ngeplak caina
(Bergetar hati melihat beningnya air)
Tuh itu saha nu ngalangkung unggal
enjing (Tuh itu siapa yang lewat setiap pagi)
Nyeredet hate ninggali sorot socana
(Bergetar hati melihat sorot matanya)
Bubuy bulan bubuy bulan sangray
bentang (Bakar bulan bakar bulan sangray bintang)
Panon poe panon poe disasate
(Matahari matahari disate)
Di daerah Jawa Tengah juga terdapat
lagu yang berjudul Jaranan.
Makna Lagu 'Jaranan' yaitu
pengembangan nilai-nilai menghormati orang yang lebih tua, memiliki kedudukan
tinggi, atau pemimpin.
Kerja sama dalam lagu ini dimaknai
sebagai bentuk kasih sayang sesama dan sikap rukun untuk menjaga keharmonisan.
Sehingga terhindar dari rasa saling
bermusuhan.
Lirik lagu Jaranan - Jawa Tengah
Jaranan... Jaranan, Jarane jaran
teji
Sing numpak ndoro Bei
Sing nggiring poro abdi
Jrek jrek nong, jrek jrek gung
Jrek jrek turut lurung
Gedebuk krincing gedebuk krincing
thok thok gedebuk jedher
Gedebuk krincing gedebuk krincing
thok thok gedebuk jedher
Kemudian di Jawa Timur terdapat lagu
daerah dengan judul Lidri
Makna lagu Lindri:
Lagu daerah yang satu ini kerap dinyanyikan
untuk pengiring permainan tradisional di Jawa Timur.
Makna lagu daerah Jawa Timur yang
satu ini ialah manusia harus bersyukur atas segala hal yang diperoleh.
Lirik lagu, Lindri - Jawa Timur
Lindri adhang telung pithi lawuhe
bothok teri Ahitutul mak enet enet Ahiemplok plok amak telep Pacak gulu
cingkring adhuh yayi sendhal pancing Adhudhangkrek krek adhuh dhangkrek krek
Belajar budaya melalui pembahasan
mitos/fakta dan wawasan ternyata sangat seru dan informatif ya Sobat Antero!
Kali ini, itu saja yaa materi
artikel dari Radar Budaya
Terimakasih, sudah membaca berbagai artikel Radar Budaya dan belajar budaya jawa bersama Radar Budaya. Diharapkan Sobat Antero selalu antusias untuk menambah wawasan terkait budaya jawa dan budaya luar pulau jawa kemudian mampu melestarikannya dan membanggakannya dan juga, bisa mewariskan budaya – budaya tersebut ke generasi selanjutnya.
See you Sobat Antero!
Tonton keseruan kita di Youtube juga ya... jangan lupa like, komen dan subscribe
Youtube : https://www.youtube.com/@raadarbudayaa
Instagram : https://instagram.com/radarbudaya_?igshid=OGQ2MjdiOTE=
Sumber :
C/2020/03/angka-1-100-dalam-bahasa-jawa.html
https://kids.grid.id/amp/473158573/lirik-dan-makna-lagu-jaranan-dari-provinsi-jawa-tengah?page=3
Komentar
Posting Komentar